Sosialisasi Aplikasi Pencarian Layanan Fisioterapi berbasis Android di Desa Teratak Buluh
DOI:
https://doi.org/10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1586Kata Kunci:
sosialisasi, aplikasi android, fisioterapi, layanan kesehatan, desa teratak buluhAbstrak
Keterbatasan akses informasi layanan fisioterapi masih menjadi permasalahan di wilayah pedesaan, termasuk Desa Teratak Buluh. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi Android sebagai sarana pencarian layanan fisioterapi yang terdekat dan terpercaya. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi penggunaan aplikasi, serta diskusi interaktif dengan peserta. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami fungsi aplikasi dan cara penggunaannya dengan baik serta menunjukkan minat dalam memanfaatkan teknologi mobile untuk kebutuhan kesehatan. Aplikasi dinilai mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi digital kesehatan dan berpotensi memperluas akses layanan fisioterapi di wilayah pedesaan.
Unduhan
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Jakarta: Kemenkes RI, 2020.
Badan Pusat Statistik, Statistik Telekomunikasi Indonesia 2023, Jakarta: BPS, 2023.
R. Wahyuni, A. S. Putra, dan D. P. Lestari, “Pemanfaatan Mobile Health dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan Masyarakat,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 15, no. 2, pp. 123–131, 2021.
M. A. Nugroho dan S. Handayani, “Aplikasi Berbasis Android sebagai Media Informasi Layanan Kesehatan,” Jurnal Teknologi Informasi Kesehatan, vol. 10, no. 1, pp. 45–52, 2022.
A. R. Pratama, N. L. Sari, dan H. Kurniawan, “Peran Literasi Digital dalam Peningkatan Pemanfaatan Layanan Kesehatan Berbasis Teknologi,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 6, no. 3, pp. 201–208, 2023.
S. Sudjana, Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif, Bandung: Falah Production, 2019.
R. H. Putra dan L. S. Dewi, “Metode Pelatihan Berbasis Simulasi dalam Peningkatan Literasi Digital Kesehatan,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 7, no. 2, pp. 145–152, 2022.
D. K. Sari, A. Nugroho, dan T. Hidayat, “Evaluasi Program Pengabdian Masyarakat Menggunakan Analisis Deskriptif,” Jurnal Abdimas, vol. 5, no. 1, pp. 33–40, 2021.
WHO, Digital Health Interventions: Classification of Digital Health Interventions, Geneva: World Health Organization, 2019.
M. A. Free et al., “The Effectiveness of Mobile-Health Technologies to Improve Health Care Service Delivery Processes,” PLoS Medicine, vol. 10, no. 1, 2019.
A. Kumar dan R. Kumar, “Mobile Health Applications and User Acceptance in Rural Communities,” International Journal of Medical Informatics, vol. 141, 2020.
S. L. Kayyali et al., “Awareness and Use of mHealth Apps: A Study from Developing Countries,” JMIR mHealth and uHealth, vol. 8, no. 2, 2020.
J. Nielsen, Usability Engineering, San Francisco: Morgan Kaufmann, 2018.
D. Davis, “Technology Acceptance Model for Health Information Systems,” Health Informatics Journal, vol. 26, no. 1, pp. 1–12, 2020.
A. Susanto dan R. Yuliana, “Pemanfaatan Aplikasi Kesehatan Berbasis Android pada Masyarakat Pedesaan,” Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, vol. 9, no. 2, pp. 89–97, 2022
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Bobi Handoko, Alfitri Yana Yunita, Muhammad Firdaus

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







