Peningkatan Literasi Kesehatan Jemaat Gereja Melalui Pencatatan Kesehatan Digital Terintegrasi Satu Sehat
DOI:
https://doi.org/10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1559Kata Kunci:
Literasi kesehatan, Jemaat gereja, SATU SEHAT, Pencatatan kesehatan digital, Pengabdian masyarakatAbstrak
Permasalahan kesehatan pada komunitas jemaat gereja ditandai oleh rendahnya literasi kesehatan dan belum adanya pencatatan kesehatan yang terstruktur, sehingga berpotensi menghambat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan jemaat melalui penerapan pencatatan kesehatan digital yang terintegrasi dengan platform nasional SATU SEHAT. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas keagamaan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pencatatan kesehatan digital, edukasi pencegahan PTM, serta pendampingan oleh kader kesehatan gereja. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi kemampuan pencatatan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan kesehatan jemaat dan kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan data kesehatan secara digital, dengan mayoritas peserta mampu menginput data tekanan darah dan berat badan secara mandiri. Meskipun demikian, kelompok lansia masih memerlukan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa komunitas keagamaan merupakan media efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung implementasi transformasi digital kesehatan di tingkat masyarakat.
Unduhan
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, “Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018,” Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI. [Online]. Available: https://www.litbang.kemkes.go.id/laporan-riset-kesehatan-dasar-riskesdas/
World Health Organization, “Noncommunicable diseases: Key facts,” WHO. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases
Kementerian Kesehatan RI, “Transformasi Kesehatan Melalui SATU SEHAT,” Jakarta: Kemenkes RI.
R. Nugraheni, S.A., Hartono, A. & Susanti, “Community-based health promotion to prevent non-communicable diseases in Indonesia,” J. Public health Res., 2020, doi: 10.4081/jphr.2020.1846.
I. Yuliana, “Community health empowerment through faith-based organizations in Indonesia,” Int. J. Community Med. Public Heal., 2020.
B. Prasetyo, D., Lestari, A., & Firmansyah, “Mobile health interventions to support healthy lifestyle behaviors among adults in Indonesia: A pilot study,” Digit. Heal., 2022.
Ministry of Health Republic of Indonesia, “National Digital Health Strategy 2024–2030,” Jakarta MoH, 2024.
K. Williams, R., Edwards, C., & Parker, “Enhancing health promotion through faith-based leadership: A systematic review,” J. Community Health, 2020.
A. Putra, R. D., Santoso, H., & Widodo, “Early detection of hypertension and diabetes: A community-based intervention in primary care,” Glob. Heal. Res. Policy, 2020.
N. P. Sari, “Utilization of digital platforms for church-based health education in Indonesia,” Asian J. Community Heal., 2021.
D. Setiadi, R., Wulandari, F. & Prabowo, “Digital health literacy and its impact on the adoption of electronic health records in Indonesia,” BMC Med. Inform. Decis. Mak., 2021, doi: 10.1186/s12911-021-01454-2.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Masriani Situmorang, Mulyana, Jihhan Naailah Zhahara

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







