Edukasi Pertanian Berkelanjutan melalui Pendekatan Sosialisasi dan Demonstrasi Racun Tikus Alami
DOI:
https://doi.org/10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1404Kata Kunci:
pertanian berkelanjutan, Bioyoso, racun tikus, pengendalian hama, pengabdian masyarakatAbstrak
Serangan hama tikus menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produksi tanaman di lahan pertanian yang merugikan petani. Kegiatan edukasi dan demonstrasi tentang pembuatan racun tikus alami, yang dikenal sebagai "Bioyoso," dilaksanakan di Dusun Trono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang bertujuan untuk memberikan solusi mengenai alternatif pengendalian hama tikus secara ramah lingkungan menggunakan bahan alami. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi berupa penyuluhan dan demonstrasi langsung di lapangan kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan tentang manfaat dan cara pembuatan Bioyoso, serta mampu mempraktikkan pembuatannya secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memberantas hama tikus secara tuntas dan mendukung pertanian berkelanjutan di Desa GantangSerangan hama tikus menjadi salah satu permasalahan utama yang berdampak pada penurunan produktivitas pertanian dan kerugian ekonomi petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan solusi alternatif pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan racun tikus alami berbasis bahan lokal, yang dikenal dengan Bioyoso. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Trono, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dengan melibatkan 32 petani sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi langsung, serta pendampingan praktik pembuatan dan aplikasi Bioyoso di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 87,5% peserta mampu memahami bahan, proses pembuatan, dan cara penggunaan Bioyoso secara mandiri. Selain itu, hasil evaluasi lapangan selama dua minggu pascaaplikasi menunjukkan penurunan intensitas serangan tikus pada lahan pertanian peserta sebesar ±40–50% berdasarkan pengamatan kerusakan tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa Bioyoso memiliki potensi sebagai alternatif pengendalian hama tikus yang efektif, mudah diaplikasikan, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Unduhan
Referensi
B. Priyambodo, Pengendalian Hama Tikus Sawah Secara Terpadu di Lahan Pertanian Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2019.
D. Rahmawati and A. Setyawan, “Analisis serangan tikus sawah (Rattus argentiventer) terhadap produktivitas padi di lahan irigasi,” Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, vol. 25, no. 3, pp. 145–153, 2021.
P. Prasetyo and L. Hidayati, “Pengaruh faktor lingkungan terhadap dinamika populasi hama tikus di daerah dataran tinggi,” Jurnal Perlindungan Tanaman, vol. 24, no. 2, pp. 87–95, 2020.
R. Sari, D. Prasetyo, and A. Nugroho, “Hubungan suhu lingkungan dengan peningkatan populasi hama tikus pada lahan pertanian,” Jurnal Agroekologi, vol. 13, no. 1, pp. 22–30, 2021.
R. G. Bringle and J. A. Hatcher, “Implementing service learning in higher education,” The Journal of Higher Education, vol. 67, no. 2, pp. 221–239, 1996.
A. Furco, “The engaged campus: Toward a comprehensive approach to public engagement,” British Journal of Educational Studies, vol. 58, no. 4, pp. 375–390, 2010.
M. Rahman, D. Nuraini, and A. Hidayat, “Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan pestisida ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan,” Jurnal Agroteknologi, vol. 15, no. 2, pp. 89–98, 2021.
R. D. Sari and D. Prasetyo, “Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pestisida nabati berbasis kearifan lokal,” Jurnal Abdimas Lestari, vol. 4, no. 1, pp. 12–19, 2022.
C. A. Johnson and L. J. Beaulieu, “Community engagement and the learning process in service-learning,” Journal of Extension, vol. 57, no. 3, pp. 1–12, 2019.
N. P. Astuti, T. Wulandari, and S. Prabowo, “Implementasi service-learning dalam pengabdian masyarakat berbasis lingkungan di perguruan tinggi,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 9, no. 1, pp. 45–55, 2023.
P. Airlangga, A. Susanti, A. M. A. Zahro, S. H. Choir, and W. Wina, “Pemanfaatan umbi gadung untuk pengendalian tikus di Desa Jatiwates Kecamatan Tembelang Jombang,” Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 6–12, 2022.
G. C. Handoyo, E. P. Sugiarta, F. H. Yusuf, F. H. Shalom, N. Hidayat, E. F. Lestari, and A. N. Khorunisa, “Pemanfaatan umbi gadung (Dioscorea hispida) sebagai pestisida nabati untuk pengendalian hama wereng dan tikus sawah,” in Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat & CSR Fakultas Pertanian UNS, vol. 4, no. 1, pp. 10–18, 2024.
A. Rahmawati and A. Widyanto, “Pengaruh berbagai dosis umbi gadung racun (Dioscorea hispida) terhadap kematian tikus mencit putih (Mus musculus strain albino),” Buletin Keslingmas, vol. 34, no. 3, pp. 195–198, 2015.
S. Rahman, M. Yusuf, and T. Anwar, “Efektivitas pestisida nabati terhadap pengendalian hama tikus di lahan pertanian,” Jurnal Proteksi Tanaman, vol. 18, no. 2, pp. 101–109, 2020.
H. Widodo and A. Kurniawan, “Pengendalian hama terpadu berbasis bahan alami pada sistem pertanian berkelanjutan,” Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, vol. 26, no. 1, pp. 55–63, 2021.
R. A. Nugraha, S. Lestari, and D. H. Putra, “Pemanfaatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama ramah lingkungan,” Jurnal Pertanian Organik, vol. 7, no. 2, pp. 66–74, 2022.
M. S. Hidayat and L. F. Ramadhan, “Persepsi petani terhadap penggunaan pestisida alami,” Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, vol. 16, no. 1, pp. 33–41, 2021.
A. S. Putri, R. K. Dewi, and B. Santoso, “Adopsi inovasi pertanian ramah lingkungan di pedesaan,” Jurnal Penyuluhan, vol. 18, no. 2, pp. 120–129, 2022.
S. K. Wibowo and D. P. Utami, “Pengaruh pendampingan terhadap keberlanjutan program pengabdian masyarakat bidang pertanian,” Jurnal Abdimas, vol. 10, no. 1, pp. 1–9, 2023.
A. Nurhadi and E. Prakoso, “Evaluasi program pengendalian hama berbasis komunitas,” Jurnal Pengabdian Desa, vol. 5, no. 1, pp. 25–33, 2024.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jendriadi, Eksa Muhamad Fasa, Achmad Yanuar Bagas Prakoso, Renafkha Al Farizi Maramis, Raihan Nur Hidayatullah, Ilham Jeryawan, Muhammad Arif Triyoga, Anisa Herdiyanti, Rizqotul Khasanah, Luthfiyana Eka Noor Cahyani, Cindy Cahyani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







